Title PARAMETER MUTU DAN PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia L.) HASIL EKSTRAKSI METODE MASERASI DAN SOKLETASI
Edition
Call Number 2013/20
ISBN/ISSN
Author(s) Olivia Wirandatika - Personal Name
Erlindha Gangga - Personal Name
Subject(s) Biologi Farmasi
Classification BF 2013/20
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) OLIVIA WIRANDATIKA (2015210185)
(B) PARAMETER MUTU DAN PERBANDINGAN AKTIVITAS
ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN JERUK NIPIS
(Citrus aurantifolia L.) HASIL EKSTRAKSI DENGAN METODE
MASERASI DAN SOKLETASI
(C) xii + 135 halaman; 2019; 15 tabel; 4 gambar; 24 lampiran
(D) Kata kunci: daun jeruk nipis, antioksidan, DPPH, perbandingan metode
ekstraksi, maserasi, soxhlet.
(E) Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia L.) merupakan tanaman yang mudah
ditemukan di lingkungan masyrakat dan tidak jarang dikonsumsi oleh
masyarakat, baik untuk bumbu masak maupun sebagai obat. Untuk obat, daun
jeruk nipis digunakan sebagai penambah nafsu makan, antipiretik, diare,
antiinflamasi, antioksidan dan antimikroba. Senyawa radikal bebas
merupakan molekul dengan elektron tidak berpasangan dan bersifat sangat
reaktif. Radikal bebas dapat diatasi dengan senyawa antioksidan. Senyawa
antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat oksigen reaktif dan
senyawa radikal bebas lainnya sehingga mampu mencegah penyakit-penyakit
degeneratif. Salah satu tanaman yang digunakan sebagai antioksidan adalah
daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S.). Dalam penelitian ini dilakukan
ekstraksi terhadap daun dengan menggunakan metode maserasi dan
soxhletasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil penapisan fitokimia
menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid,
triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin. Hasil uji aktivitas antioksidan
didapatkan pada metode maserasi sebesar 47,2955 bpj dan pada metode
soxhletasi sebesar 70,7773 bpj. Hasil pemeriksaan mutu ekstrak dengan
menggunakan ekstrak yang memiliki nilai IC50 terbaik yaitu ekstrak maserasi,
menunjukkan ekstrak memiliki konsistensi kental, berwarna hijau kehitaman,
berbau aromatis dan berasa pahit, kadar sari larut air 48,18%, kadar sari larut
etanol 37,63%, susut pengeringan 7,35%, kadar air 4,77%, kadar abu total
7,57%, kadar abu tidak larut asam 0,56%, kadar abu tidak larut air 6,78%,
sisa pelarut 0,62%, cemaran logam Pb 0,5255 mg/kg, cemaran logam Cd
0,1058 mg/kg, cemaran mikroba Angka Lempeng Total dan Angka Kapang
Khamir terlalu sedikit dihitung, kadar flavonoid total 1,71%. Dapat
disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan terbaik terdapat pada metode
maserasi dengan nilai IC50 47,2955 bpj.
(F) Daftar rujukan: 36 (1980-2018)
(G) Dra. Erlindha Gangga, M.Si., Apt.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous