Title OPTIMASI FORMULA MINUMAN BERKARBONASI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
Edition
Call Number TF 1347/20
ISBN/ISSN
Author(s) Ekky Nur Ainni - Personal Name
M.F. Arifin - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) EKKY NUR AINNI
(B) OPTIMASI FORMULA MINUMAN BERKARBONASI EKSTRAK
TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb)
(C) xv + 108 halaman, 25 tabel, 13 gambar, 30 lampiran
(D) Kata kunci : rimpang temulawak, optimasi minuman berkarbonasi, ekstrak
temulawak
(E) Ekstrak temulawak mengandung senyawa kurkumin untuk meningkatkan nafsu
makan. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan formula optimum sediaan
minuman berkarbonasi ekstrak temulawak dengan konsentrasi asam sitrat, asam
tartrat dan sorbitol yang bervariasi menggunakan desain faktorial 23 dengan 3
faktor, yaitu terhadap pH, bobot jenis dan volume kelarutan gas CO2, Serbuk
temulawak diekstrak secara maserasi menggunakan pelarut etanol 70% dan
setelah didapatkan ekstrak temulawak dilakukan uji parameter mutu. Ekstrak
temulawak dikeringkan dengan metode spray drying. Ekstrak kering temulawak
kemudian dilakukan identifikasi senyawa dan kadar kurkumin, lalu ekstrak kering
temulawak diformulasi menjadi sediaan minuman berkarbonasi. Hasil parameter
mutu ekstrak temulawak spesifik diperoleh konsistensi kental, berwarna coklat
kekuningan, berbau khas dan rasa pahit. Kadar sair larut air 31,34%, dan kadar
sari larut etanol 77,24%. Hasil parameter mutu ekstrak temulawak non spesifik
diperoleh susut pengeringan 9,75%, kadar air 8,56%, kadar abu total 9,55%, kadar
abu tidak larut asam 0,30%, sisa pelarut 0,84%, cemaran logam berat timbal (Pb)
0,6579 mg/kg, Kadmium (Cd) 0,0647 mg/kg, ALT TSUD, AKK TSUD. Hasil
kadar kurkumin yang diperoleh sebesar 16,62 mg/g. Ekstrak temulawak dapat
dibuat menjadi minuman berkarbonasi dengan formula optimum yang didapatkan
dari hasil analisis response optimizer yaitu formula 2 dengan minimum pH 5,14,
minimum bobot jenis 1,0231 g/ml dan minimum volume kelarutan gas CO2 4,725
mg/l.
(F) Daftar rujukan : 24 buah (1991-2019)
(G) apt. Drs. M.F. Arifin, M.Si.,
(H) 2020
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous