Title PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TEPUNG PORANG (AMORPHOPHALLUS MUELLERI BLUME) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) TERHADAP BERAT BADAN, JUMLAH KONSUMSI PAKAN, FUNGSI DAN HISTOPATOLOGI HATI MENCIT
Edition
Call Number FM 2020/20
ISBN/ISSN
Author(s) Dian Ratih L - Personal Name
Silvia Arin Prabandari - Personal Name
Sari, Intan Permata - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A). INTAN PERMATA SARI (2015210112)
(B). PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TEPUNG PORANG (AMORPHOPHALLUS
MUELLERI BLUME) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L.)
TERHADAP BERAT BADAN, JUMLAH KONSUMSI PAKAN, FUNGSI DAN
HISTOPATOLOGI HATI MENCIT
(C). xiv + 69 halaman; 16 tabel; 11 gambar; 13 lampiran
(D). Kata kunci: Amorphophallus muelleri Blume, Moringa oleifera L, histopatologi hati,
pangan fungsional
(E). Umbi porang merupakan sumber karbohidrat dan daun kelor merupakan tumbuhan
kaya akan gizi yang baik untuk kesehatan, terutama untuk penderita diabetes.
Kandungan glukomanan porang memiliki indeks glikemik rendah menyebabkan
prospeknya sebagai pengganti sumber karbohidrat seperti tepung. Umbi porang jarang
dikonsumsi langsung karena kandungan kalsium oksalat yang relative tinggi yang
kemungkinan menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu perlu di
lakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan tepung
porang baik tunggal maupun kombinasi dengan daun kelor selama 28 hari terhadap
parameter berat badan, jumlah konsumsi pakan, kadar AST dan ALT dalam plasma,
dan histopatologi hati mencit. Digunakan 50 ekor hewan coba yang dibagi dalam 5
kelompok pakan (porang, terigu, porang-kelor, terigu-kelor, dan standar) yang terdiri
dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina dalam masing-masing kelompok. Pakan diberikan
setiap hari sebanyak 5gr/ekor/hari, sisa pakan ditimbang, dan setiap minggu dilakukan
penimbangan berat badan setiap mencit. Pada hari ke-28 darah diambil melalui vena
orbitalis mata untuk mengukur AST dan ALT serta pembedahan untuk diambil hati
dan pembuatan preparat histopatologi. Hasil dari evaluasi berat badan dan jumlah
konsumsi pakan diperoleh hasil kelompok porang mengalami perbedaan yang
signifikan rendah dibandingkan dengan kelompok yang diberikan pakan mengandung
terigu dan pakan standar. Pada parameter fungsi hati ditemukan 3 mencit kelompok
porang dan 2 mencit kelompok porang kelor peningkatan AST dan ALT sangat
signifikan dibanding kelompok standar. 1 mencit kelompok porang yang konsisten
dengan hasil histologi infiltrasi sel radang (++). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa pemberian pakan mengandung porang menyebabkan konsumsi
pakan yang rendah dan penurunan berat badan dapat meningkatkan AST/ALT dan
infiltrasi leukosit walaupun hanya 1 mencit yang konsisten memburuk.
(F). Daftar rujukan: 23 buah (1992-2018)
(G). Dr. Dian Ratih L., M.Biomed., Apt; drh. Silvia Arin P.,M.Si.,APvet
(H). 2020
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous