Title UJI TOKSISITAS SUBKRONIK SINGKAT EKSTRAK RUMPUT LAUT COKELAT (Sargassum polycystum) PADA MENCIT DENGAN METODE OECD 407 DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI
Edition
Call Number FM 2021/20
ISBN/ISSN
Author(s) Syamsudin - Personal Name
Sarah Zaidan - Personal Name
Hagul, Aprila Putri M G - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) APRILA PUTRI MIATHY AGATHA HAGUL (2015210033)
(B) UJI TOKSISITAS SUBKRONIK SINGKAT EKSTRAK RUMPUT
LAUT COKELAT (Sargassum polycystum) PADA MENCIT DENGAN
METODE OECD 407 DAN GAMBARAN HISTOPATOLOGI
(C) xiv + 121 halaman; 10 tabel; 18 gambar; 15 lampiran
(D) Kata kunci : rumput laut cokelat (Sargassum polycystum), toksisitas
subkronik, OECD 407, histopatologi ginjal dan hati mencit
(E) Rumput laut cokelat (Sargassum polycystum) berpotensi dikembangkan
sebagai bahan utama dalam industri farmasi karena mengandung
komponen bioaktif yang berkhasiat bagi kesehatan. Penelitian sebelumnya
telah dilakukan uji toksisitas terkait Aktivitas Senyawa Sargassum sp.
sebagai Anti-aterosklerosis dengan Pembandingan Ligan-Reseptor HMGCoA Reduktase-Simvastatin (1HW9) dan Uji Toksisitas secara In-Silico,
hasil toksisitas menunjukkan tidak bersifat toksik dengan LD50 0,95-
2,482g/kg. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksisitas
subkronik dilakukan dengan metode OECD 407 : Repeated Dose 28-Day
Oral Toxicity Study in Rodents dengan menggunakan 10 ekor mencit tiap
kelompok, masing-masing 5 mencit jantan dan 5 mencit betina yang
terbagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok normal (CMC Na 0,5%),
kelompok dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB dan 200 mg/kgBB. Parameter
yang dilakukan terkait perubahan berat badan; bobot relatif hati dan ginjal;
biokimia klinis serta histopatologi pada organ hati dan ginjal. Data
dianalisis secara statistik menggunakan metode oneway ANOVA dengan
program IBM SPSS V.21.0. Hasil yang diperoleh pada berat badan mencit
jantan dan betina pada kelompok normal dan kelompok dosis diperoleh
nilai p>0,05 hal ini menunjukkan tidak adanya perbedaan bermakna.
Bobot relatif organ ginjal dan hati pada jantan dan betina p>0,05. Pada
mencit jantan parameter AST, ALT, BUN, Kreatinin diperoleh nilai
(p>0,05), sedangkan pada Albumin diperoleh nilai p0,05), sedangkan Kreatinin dan Albumin pada hasil uji Kruskal
Wallis diperoleh nilai (p>0,05). Gambaran histopatologi pada mencit
jantan dan betina dari kelompok normal maupun dosis menunjukkan
infiltrasi (+) dengan skor
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous