Title UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TEMPE (GLYCINE MAX (L.) MERRILL), IDENTIFIKASI PROFIL DAN PENETAPAN HLB BUTUH MINYAK LEMAK TEMPE
Edition
Call Number BF 2023/20
ISBN/ISSN
Author(s) Erlindha Gangga - Personal Name
Deni Rahmat - Personal Name
Mudianto - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) MUDIANTO (2015210148)
(B) UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL TEMPE
(Glycine max (L.) Merrill) DAN IDENTIFIKASI PROFIL, PENETAPAN
HLB BUTUH MINYAK LEMAK TEMPE
(C) xiii + 52 halaman; 14 tabel; 7 gambar; 20 lampiran
(D) Kata kunci: tempe, minyak lemak, HLB, antioksidan, DPPH, sisa pelarut,
n-heksan.
(E) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder
tempe, menguji aktivitas antioksidan ekstrak etanol tempe, identifikasi
profil lemak tempe dan penetapan HLB butuh dari minyak lemak tempe.
Bahan yang digunakan adalah tempe yang di produksi pabrik tempe di
Pancoranmas, Depok. Tempe dikeringkan selama 3 hari menggunakan
oven dengan suhu 600C. Tempe kering diesktraksi dengan metode
maserasi kinetik dan remaserasi sebanyak 6 kali. Hasil maserasi
dirotavapor untuk memperoleh ekstrak crud dan minyak lemak tempe.
Kedua fase dipisahkan dengan pelarut n-heksan. Pada proses Skrining
Fitokimia menggunakan Metode Farnswort diperoleh senyawa flavonoid,
saponin, steroid dan kumarin. Uji aktivitas antioksidan ekstrak dilakukan
dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH. Hasil uji
aktivitas antioksidan didapatkan IC50 fase minyak lemak sebesar 2445,55
bpj dan IC50 fase endapan sebesar 884,93 bpj. Fase minyak lemak diuji
sifat fisikokimia dan kelarutannya. Pada pengujian sifat fisikokimia
didapatkan hasil bilangan asam 2,23 mg/g, bilangan penyabunan 192,46
mg/g, bobot jenis 0,9240g/ml dan indeks bias pada suhu 26,30 C
menggunakan lampu deuterium sebesar 1,4670 dan untuk kelarutan
minyak lemak tempe tidak larut dalam air dan NaOH, namun larut dengan
petroleum eter, alcohol 95% dan eter. Penetapan HLB butuh dilakukan
dengan melihat kestabilan emulsi di dalam tabung sedimentasi. Emulsi
cukup stabil pada HLB 11,5. Minyak lemak tempe diuji sisa pelarut
menggunakan Kromatografi Gas, didapatkan hasil sisa pelarut n-heksan
sebesar 0,59%.
(F) Daftar Pustaka: 22 buah (1958 – 2016)
(G) Dra. Erlindha Gangga, M.Si, Apt ; Dr.rer.nat. Deni Rahmat, M.Si., Apt
(H) 2019
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous