Title EFEK HIPOGLIKEMIK DARI TEMPE BIJI PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit) PADA MENCIT yang DIINDUKSI ALOKSAN
Edition
Call Number BF 2025/20
ISBN/ISSN
Author(s) Syamsudin - Personal Name
Maria, Vinky - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2020
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) VINKY MARIA
(B) EFEK HIPOGLIKEMIK DARI TEMPE BIJI PETAI CINA (Leucaena
leucocephala (Lamk.) de Wit) PADA MENCIT yang DIINDUKSI
ALOKSAN
(C) xii + 66 halaman; 9 tabel; 3 gambar; 13 lampiran
(D) Kata kunci: Diabetes mellitus, Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit,
aloksan, tempe.
(E) Petai cina (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit) adalah salah satu tanaman
yang menurut penelitian memiliki efek hipoglikemik pada mencit
hiperglikemik. Disamping manfaatnya, biji dari petai cina ternyata memiliki
senyawa toksin mimosin yang dapat diminimalisir secara efektif melalui
fermentasi, contohnya pada proses pembuatan tempe. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui aktivitas hipoglikemik dari tempe biji petai cina pada
mencit yang telah diinduksi aloksan. Pada penelitian ini, 36 ekor mencit dibagi
menjadi 6 kelompok masing-masing terdiri dari 6 ekor mencit. Kelompok I
normal, kelompok II kontrol positif acarbose, kelompok III kontrol negatif,
kelompok IV tempe biji petai cina dengan dosis 50 mg/kgBB, kelompok V
tempe biji petai cina dengan dosis 150 mg/kgBB, kelompok VI tempe biji petai
cina dengan dosis 450 mg/kgBB. Sediaan diberikan secara oral. Mencit dibuat
hiperglikemik dengan menginduksi aloksan 200 mg/kgBB secara
intraperitoneal. Pada hari ke-0, 3, 7, dan 14, darah mencit diambil melalui vena
lateral dan kadar glukosa darah diukur menggunakan glukometer (Easy
Touch® GCU). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varian
satu arah (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji LSD. Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tempe biji petai cina
dosis 50 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, dan 450 mg/kgBB memiliki aktivitas
hipoglikemik yang dapat menurunkan kadar glukosa darah mencit yang
diinduksi aloksan. Pada dosis 450 mg/kgBB, yaitu dosis yang paling efektif,
tempe biji petai cina mampu menurunkan kadar glukosa darah mencit hingga
ke kadar normal.
(F) Daftar rujukan: 34 buah (1982-2018)
(G) Prof. Dr. apt. Syamsudin, M.Biomed.
(H) 2020
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous