Title STUDI LITERATUR : PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAUN TANAMAN SUKU ASTERACEAE
Edition
Call Number KF 1915/21
ISBN/ISSN
Author(s) Zuhelmi Aziz - Personal Name
Cory Cindy Lesnussa - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2021
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK (A)CORY CINDY LESNUSSA (2016210049)
(B)STUDI LITERATUR : PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK DAUN TANAMAN SUKU ASTERACEAE
(C)Xii + 81 halaman; 6 tabel; 19 gambar; 7 lampiran
(D)Kata kunci : senyawa flavonoid total, antioksidan, daun afrika, tempuyung, kenikir, bandotan, legetan, sembung, kirinyuh, jukut meurit, kembang bulan, Asteraceae
(E)Asteraceae menempati posisi kedua terbanyak (23 spesies) yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Secara garis besar, metode yang digunakan dibagi menjadi dua yaitu praktik dan studi literatur. Adanya pandemi COVID-19 sehingga penelitian yang dilakukan hanya sampai pada pembuatan ekstrak daun Afrika dengan rendemen 9,98% dan kadar air 7,60% dan kemudian dilanjutkan dengan studi literatur pada sembilan ekstrak daun tanaman familia asteraceae. Tujuan studi literatur ini untuk mengetahui kandungan flavonoid total, serta aktivitas antioksidan dari sembilan tanaman familia asteraceae. Adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, kuinon, steroid dan triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin menjadikan familia ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai alternatif dalam pengobatan. Salah satu metode yang digunakan untuk menentukan kadar flavonoid total adalah kolorimetri dengan menggunakan pereaksi AlCl3 dan pada uji aktivitas antioksidan metode yang digunakan adalah metode FRAP, DPPH dan ABTS. Berdasar studi literatur yang telah dilakukan, diperoleh daun kirinyuh (Eupatorium odoratum L.) dengan kadar flavonoid tertinggi pada ekstrak etanol 96% dan ekstrak air dengan nilai berturut-turut sebesar 268,75 ± 0,08 mg QE/g dan 263,33 ± 1,00 mg QE/g yang ditetapkan secara spektrofotometri cahaya tampak. Pada uji aktivitas antioksidan yang juga ditetapkan secara spektrofotometri cahaya tampak, daun kirinyuh (Eupatorium odoratum L.) memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan menggunakan metode DPPH diperoleh IC50 sebesar 15, 5067 µg/ml.
(F) Daftar Rujukan: 75 literatur (1996-2020)
(G) Dr. apt. Dra. Zuhelmi Aziz, M. Si.
(H) 2020
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous