Title EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN METODA ATC-DDD DAN GYSSENS DI INSTALASI RAWAT INAP RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA TAHUN 2019
Edition
Call Number TF 1428/21
ISBN/ISSN
Author(s) Agus Purwanggana - Personal Name
Renni Septini - Personal Name
Jelita - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2021
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK

(A) JELITA (B) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN METODA ATC-DDD DAN GYSSENS DI INSTALASI RAWAT INAP RSPAD GATOT SOEBROTO JAKARTA TAHUN 2019 (C) xviii + 103 halaman; 13 tabel; 2 gambar; 9 lampiran (D) Kata kunci : ISK, antibiotik, kuantitas, kualitas, ATC/DDD, Gyssens (E) Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi yang diakibatkan berkembang biaknya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Penanganan ISK umumnya dilakukan dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik penting untuk mempertimbangkan kerasionalan terapi. Penggunaan antibiotika yang tidak rasional memungkinkan terjadinya reaksi toksisitas, resistensi serta infeksi sekunder akibat bakteri yang telah resisten tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metoda ATC/DDD dan Gyssens di Instalasi Rawat Inap RSPAD Gatot Soebroto. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitis dengan rancangan studi observasional cross sectional yang dilakukan secara retrospektif berdasarkan rekam medik pasien ISK di Instalasi Rawat Inap RSPAD Gatot Soebroto tahun 2019. Kriteria inklusi penelitian ini adalah pasien rawat inap yang didiagnosa ISK dan diberi terapi antibiotik pada tahun 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pasien ISK rawat inap pada tahun 2019 ada sebanyak 65 pasien dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 46 pasien. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metoda ATC/DDD menunjukkan bahwa Levofloxacin injeksi merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan, yaitu sebesar 37,53 DDD/100 Patient-days. Evaluasi penggunaan antibiotik menggunakan metoda Gyssens menunjukkan penggunaan antibiotik empiris yang tidak rasional, dengan ketidakrasionalan paling banyak terjadi pada kategori IVa, yaitu sebanyak 19 kasus (25,33%). Penggunaan antibiotik definitif juga diketahui tidak rasional, dengan ketidakrasionalan paling banyak terjadi pada kategori IVa dan IVd, yaitu masing- masing sebanyak 25 kasus (23,36%) dan 20 kasus (18,69%). (F) Daftar rujukan : 39 buah (2001-2019) (G) apt. Drs. Agus Purwanggana, M.Si ; apt. Dra. Renni Septini, MARS (H) 2020
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous