Title AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAUN AFRIKA (Gymnanthemum amygdalinum (Delile) Sch.Bip) TERHADAP SEL LEUKEMIA L1210 DAN PROFIL KROMATOGRAM LAPIS TIPIS
Edition
Call Number KF 1918/21
ISBN/ISSN
Author(s) Hendig Winarno - Personal Name
Ermin Katrin Harantung - Personal Name
NOOR RAMADHANTY - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2021
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) NOOR RAMADHANTY
(B) AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK DAUN AFRIKA (Gymnanthemum
amygdalinum (Delile) Sch.Bip.) TERHADAP SEL LEUKEMIA L1210
DAN PROFIL KROMATOGRAM LAPIS TIPIS
(C) xii + 64 halaman + 6 tabel, 17 gambar, 10 lampiran
(D)Kata kunci : Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum (Delile) Sch.Bip),
aktivitas sitotoksik, sel leukemia L1210, IC50 , KLT
(E) Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum (Delile) Sch.Bip) termasuk suku
asteraceae. Ekstrak daun afrika mengandung senyawa aktif biologis termasuk
antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aktivitas sitotoksik
dari daun afrika terhadap sel leukemia L1210 dan profil kromatogram lapis
tipis dari ekstrak paling aktif berpotensi sebagai antikanker. Serbuk kering
dari daun afrika dimaserasi menggunakan tiga jenis pelarut secara bertahap
yaitu n-heksan, etil asetat, dan etanol. Setiap ekstrak diuji aktivitas
sitotoksiknya terhadap sel leukemia L1210 dengan metode perhitungan
langsung menggunakan trypan blue. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan
ekstrak etil asetat yang paling aktif (IC50 = 8,0 µg/mL) dibandingkan ekstrak
n-heksan (IC50 = 12,3 µg/mL) dan etanol (IC50 = 10,1 µg/mL). Ekstrak etil
asetat sebagai ekstrak yang paling aktif dilakukan optimasi dan diuji
kandungan metabolit sekunder menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT)
dengan pereaksi penampak bercak dan penapisan fitokimia menggunakan
tabung reaksi. Hasil pemisahan terbaik pada campuran n-heksan-etil asetat (7
: 3) menghasilkan 8 bercak dengan nilai Rf 0,30 ; 0,46 ; 0,52 ; 0,54 ; 0,68 ;
0,72 ; 0,80 ; 0,88. Hasil identifikasi metabolit sekunder ekstrak etil asetat
daun afrika mengandung senyawa alkaloid (Rf = 0,62), terpenoid (Rf = 0,84),
flavonoid (Rf =0,64; 0,48) dan saponin.
(F) Daftar Rujukan : 55 buah (2000-2020)
(G)Dr.Hendig Winarno, M.Sc; Dra Ermin Katrin Harantung
(H)2021
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous