Title ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT BESI, KADMIUM, TEMBAGA, DAN TIMBAL PADA GULA AREN (Arenga pinnata Merr.) DAN AIR NIRA DI PASAR TAMBUN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
Edition
Call Number KF 1994
ISBN/ISSN
Author(s) NABILA MUNA LUWIYANTO - Personal Name
Prih Sarnianto - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2022
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes (A) NABILA MUNA LUWIYANTO (2017210147)
(B) ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT BESI, KADMIUM,
TEMBAGA, DAN TIMBAL PADA GULA AREN (Arenga pinnata Merr.)
DAN AIR NIRA DI PASAR TAMBUN MENGGUNAKAN METODE
SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM
(C) xv + 56 halaman; 13 tabel; 8 gambar; 16 lampiran.
(D) Kata kunci : Gula aren, air nira, besi, kadmium, tembaga, timbal,
spektrofotometri serapan atom.
(E) Gula aren merupakan pemanis alami yang banyak dikonsumsi oleh
masyarakat. Gula aren terbuat dari air nira yang diperoleh dari tanaman aren.
Gula aren dapat tercemar oleh logam berat melalui proses produksi yang
umumnya diproduksi secara tradisional dan akibat tanaman aren yang
ditanam pada lingkungan yang tercemar oleh logam berat. Tujuan penelitian
ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kadar cemaran logam berat
besi, kadmium, timbal, dan tembaga pada gula aren dan air nira di Pasar
Tambun. Sampel dianalisis dengan spektrofotometer serapan atom (AAS)
pada panjang gelombang yang spesifik. Penelitian menunjukkan bahwa
cemaran logam berat kadmium dan timbal yang terkandung pada beberapa
sampel sangat rendah di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Badan
Pengawas Obat dan Makanan dengan serapan dibawah LOQ yaitu untuk
logam kadmium dan timbal berturut-turut adalah 0.00517 bpj dan 0.12434
bpj. Pada sampel gula aren A, gula aren B, dan air nira untuk kadar rata-rata
logam besi berturut-turut adalah 4.88 μg/kg, 47.57 μg/kg, dan 0.15 μg/kg,
untuk logam tembaga berturut-turut adalah 2.86 μg/kg, tidak terdeteksi, dan
0.51 μg/kg, dan untuk logam kadmium dan timbal tidak terdeteksi pada
semua sampel. Berdasarkan ambang batas cemaran logam berat tembaga
dan besi yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan dan
Angka Kecukupan Gizi, sampel gula aren A dan sampel gula aren B
melebihi ambang batas cemaran logam berat dan tidak aman untuk
dikonsumsi.
(F) Daftar Rujukan : 42 buah (1989-2021)
(G) Dr. apt. Prih Sarnianto, M. Sc.
(H) 2022
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous