Title Pengaruh Pemberian Jangka Panjang Ekstrak Etanol Herba Sambiloto Terhadap Fungsi Dan Gambaran Histologi Organ Pankreas Pada Tikus
Edition
Call Number BF 1235
ISBN/ISSN
Author(s) Riyanti - Personal Name
Ros Sumarny - Personal Name
Sudjaswadi Wiryowidagdo - Personal Name
Subject(s) Farmakologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2010
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK


(A) RIYANTI
(B) PENGARUH PEMBERIAN JANGKA PANJANG EKSTRAK ETANOL HERBA SAMBILOTO (Andrographis paniculata [Burm. f] Nees) TERHADAP FUNGSI DAN GAMBARAN HISTOLOGI ORGAN PANKREAS PADA TIKUS

(C) xi + 64 halaman; 6 tabel; 8 gambar; 18 lampiran.
(D) Kata kunci: Pemberian jangka panjang, Andrographis paniculata [Burm. f] Nees.

(E) Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa herba sambiloto menunjukkan khasiat sebagai antidiabetes. Penggunaan herba sambiloto untuk tujuan pengobatan diabetes umumnya dilakukan secara berulang dan dalam jangka waktu yang panjang. Untuk mengetahui keamanan dari penggunaan ekstrak etanol herba sambiloto maka dilakukan pengujian kadar glukosa darah dan jumlah sel beta pankreas, penelitian dilakukan pada hewan coba tikus putih jantan galur Sprague Dawley secara oral. Penetapan kadar glukosa darah dilakukan dengan metode enzimatik secara kolorimetrik. Ekstrak etanol herba sambiloto diberikan dalam tiga tingkatan dosis yaitu: dosis I (1 g/kg BB), dosis II (2 g/kg BB), dosis III (4 g/kg BB) dan diberikan selama 14 minggu. Pengambilan sampel darah dilakukan pada minggu ke-0, 8, dan 14. Pengambilan organ pankreas dilakukan pada minggu ke-14. Terhadap sampel darah dilakukan analisis kadar glukosa. Pengambilan organ pankreas dilakukan untuk menghitung jumlah sel beta dan hasilnya dilakukan analisis dengan statistik. Hasil analisis menunjukkan kadar glukosa pada minggu ke 0,8 dan 14 tidak berbeda bermakna antar kelompok perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian ekstrak etanol herba sambiloto yang diberikan selama 14 minggu secara per oral pada dosis 4 g/kg BB menunjukkan kadar glukosa yang berbeda (114,33-176,92 mg/dL) dibandingkan dengan kelompok normal (61,8-124 mg/dL). Hal ini disebabkan adanya penurunan jumlah sel beta pankreas sehingga kadar glukosa darah meningkat.

(F) Daftar rujukan: 27 buah (1972-2009)
(G) Dr. Ros Sumarny, M.S., Apt.; Drs. Sudjaswadi Wiryowidagdo, Apt.
(H) 2010

Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous