Title PENENTUAN NILAI SPF (SUN PROTECTING FACTOR) EKSTRAK BEKATUL BERAS PUTIH (Oryza satifa L,) DAN BERAS MERAH (Oryza nivara) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV.
Edition
Call Number KF 1627
ISBN/ISSN
Author(s) OKTAVIANI, MARIA MERRY - Personal Name
Faridah - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) MARIA MERRY OKTAVIANI (2012210163)
(B) PENENTUAN NILAI SUN PROTECTING FACTOR EKSTRAK BEKATUL BERAS PUTIH (Oryza sativa L) DAN BERAS MERAH (Oryza nivara) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV
(C) xiii +122; 18 tabel; 5 gambar;13 lampiran
(D) Kata kunci : Bekatul Beras Putih, Bekatul Beras Merah, Spektrofotometri UV, Tabir Surya, Gamma oryzanol.
(E) Senyawa bioaktif pada bekatul beras, yaitu γ-oryzanol, memiliki aktivitas inhibisi tirosinase yang dapat dimanfaatkan sebagai pemutih kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan nilai SPF tertinggi ekstrak bekatul beras putih dan beras merah yang mempunyai aktivitas sebagai tabir surya dan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif. Bekatul beras putih dan beras merah diekstraksi secara maserasi kinetik dengan n-heksan, etil asetat dan etanol 96% dan dipekatkan hingga diperoleh ekstrak kental. Terhadap ekstrak kental dilakukan penapisan fitokimia, dan susut pengeringan. Selain itu, dilakukan pula uji aktivitas tabir surya menggunakan spektrofotometri UV, yang meliputi nilai SPF, persen transmisi eritema, dan pigmentasi pada berbagai variasi konsentrasi ekstrak (0,1% sampai dengan 0,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bekatul beras putih dan beras merah mengandung senyawa flavonoid dan steroid/triterpenoid. Nilai susut pengeringan ekstrak bekatul beras putih tercatat 0,63% (n-heksan); 1,08% (etil asetat) dan 1,50% (etanol 96%) . Ekstrak bekatul beras merah adalah 4,99 (n-heksan); 1,85(etil asetat) dan 2,25% (etanol 96%). Nilai SPF tertinggi ditunjukan oleh ekstrak bekatul beras putih dan merah pada pelarut etil asetat, yaitu masing-masing 160,58 dan 158,71 dengan konsentrasi 0,7%. Nilai persen transmisi pigmentasi terendah diperoleh dari ekstrak etil asetat bekatul beras putih dan beras merah pada konsentrasi 0,7%, yaitu masing-masing sebesar 8,60 dan 9,95%. Sementara itu nilai persen transmisi eritema terendah ditujukan oleh ekstrak etil asetat bekatul beras putih dan beras merah pada konsentrasi 0,7, yaitu masing-masing sebesar 0,05 dan 0,10%.
(F) Daftar rujukan : 26 buah (1972-2015)
(G) Dra. Faridah, M.Si., Apt
(H) 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous