Title STUDI PROFIL KUALITATIF UNTUK MENETAPKAN PARAMETER PENANDA JAMU SAINTIFIK ANTI OSTEOARTRITIS TERSERTIFIKASI
Edition
Call Number KF 1638
ISBN/ISSN
Author(s) SURONINGTYAS, WAHYU - Personal Name
James Sinambela - Personal Name
Ujiatmi, Dwi Marlupi - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) WAHYU SURONINGTYAS (2012210283)
(B) STUDI PROFIL KUALITATIF UNTUK MENETAPKAN PARAMETER PENANDA JAMU SAINTIFIK ANTI OSTEOARTRITIS TERSERTIFIKASI
(C) xiii + 119 Halaman ; 10 tabel; 29 gambar; 20 lampiran
(D) Kata kunci: Analisis profil, saintifikasi jamu, anti osteoartitis, KLT, Densitometri, KCKT
(E) Saintifikasi jamu adalah pembuktian ilmiah jamu melalui penelitian pada pelayanan kesehatan, untuk menjamin keamanan, mutu, dan khasiat. Racikan rimpang kunyit, rimpang temulawak, herba meniran, daun kumis kucing, herba rumput bolong, dan buah adas terbukti klinis sebagai anti osteoartritis. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan profil KLT, densitometri, dan KCKT ekstrak air jamu saintifik anti osteoartritis, dibandingkan dengan ekstrak air rimpang kunyit, rimpang temulawak, dan herba meniran sebagai acuan identifikasi jamu saintifik. Metode analisis yang dikerjakan adalah KLT, densitometri, dan KCKT. Hasil studi profil KLT-densitometri dan KCKT ekstrak air jamu saintifik memperlihatkan profil kualitatif antara ekstrak air rimpang kunyit, rimpang temulawak, herba meniran dengan larutan pengembang kloroform:metanol:air (90:8:2) pada KLT dan asetonitril:asam asetat (40:60) pada KCKT. Pada UV 366 nm sebelum dan setelah derivatisasi nilai Rf jamu, rimpang kunyit, rimpang temulawak, dan herba meniran secara berturut-turut adalah Rf 0.32; 0.32; 0.28; dan Rf (0.32, 0.54, 0.62); 0.29; 0.28; (0.52, 0.61). Pada profil KCKT puncak ekstrak rimpang kunyit yang memiliki waktu retensi mirip dengan ekstrak jamu, yaitu puncak 1-4, 5, 8, 10, 12-15 dengan puncak 1-11. Pada waktu retensi puncak 1-3, 5, 7-8, 11, dan 14-15 milik ekstrak jamu mirip dengan waktu retensi puncak 1-3, 5-10 milik ekstrak rimpang temulawak. Waktu retensi puncak 1-3, 5, dan 9 ekstrak jamu mirip dengan puncak 1-5 milik ekstrak herba meniran. Kemiripan profil KLT-densitometri dan KCKT membuktikan bahwa metode ini dapat digunakan sebagai acuan standarisasi parameter identifikasi dan konsistensi mutu jamu saintifik anti osteoartritis.
(F) Daftar pustaka: 34 buah (1978-2015)
(G) Dr.rer.nat. James M. Sinambela, Apt.; Ujiatmi Dwi Marlupi, S.Si., M.Si.
(H) 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous