Title POTENSI ANTIFUNGI BUAH JERUK NIPIS Citrus aurantifolia (Cristm.) Swingle TERHADAP FUNGI Trichophyton rubrum DAN Microsporum gypseum SECARA IN VITRO
Edition
Call Number FM 1826
ISBN/ISSN
Author(s) ANNISA, NAOMI - Personal Name
Syarmalina - Personal Name
Subject(s) ANTIFUNGI BUAH JERUK NIPIS
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) NAOMI ANNISA (2013210159)
(B) POTENSI ANTIFUNGI BUAH JERUK NIPIS Citrus aurantifolia (Cristm.) Swingle TERHADAP FUNGI Trichophyton rubrum DAN Microsporum gypseum
(C) Trichophyton rubrum and Microsporum gypseum
(D) xix + 53 halaman ; 3 tabel ; 3 gambar ; 12 lampiran
(E) Kata kunci : antifungi, jeruk nipis, Trichophyton rubrum, Microsporum gypseum
(F) Microsporum, Trichophyton, dan Epidermophyton merupakan kolonisasi jamur dermatofit yang menyerang jaringan yang mengandung keratin. Jeruk nipis merupakan salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat dengan salah satu manfaatnya adalah sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui apakah air perasan jeruk nipis tanpa kulit dan air perasan buah jeruk nipis beserta kulitnya memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum. Metode yang dilakukan yaitu membuat air perasan jeruk nipis tanpa kulit dan air perasan jeruk nipis beserta kulit kemudian dilakukan penapisan fitokimia. Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antifungi dengan membuat konsenterasi 60%, 70%, 80%, 90%, 100%. Hasil skrining air perasan jeruk nipis tanpa kulit mengandung minyak atsiri, steroid, flavonoid, kumarin, dan saponin, sedangkan air perasan buah beserta kulit mengandung minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, kumarin, steroid dan saponin. Hasil uji metode dilusi padat terhadap Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum menunjukan nilai KHM 60% pada air perasan jeruk nipis tanpa kulit dan air perasan jeruk nipis beserta kulitnya tidak satupun konsenterasi menunjukan KHM terhadap kedua mikroba uji. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa air perasan jeruk nipis tanpa kulit aktif dalam menghambat pertumbuhan fungi Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum, sedangkan air perasan jeruk nipis beserta kulitnya tidak aktif menghambat pertumbuhan fungi Trichophyton rubrum dan Microsporum gypseum.
(G) Daftar rujukan : 24 buah (1986-2016)
(H) Dra. Syarmalina, M.Si., Apt
(I) 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous