Title PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) PADA SEL Saccharomyces cerevisiae YANG STRES OKSIDATIF AKIBAT INDUKSI SENYAWA ORGANIK
Edition
Call Number FM 1842/17
ISBN/ISSN
Author(s) LAUKUAN, KARINA - Personal Name
Ros Sumarny - Personal Name
Umi Marwati - Personal Name
Subject(s) Farmakologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A). KARINA LAUKUAN (2010210144)
(B). PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) PADA SEL Saccharomyces cerevisiae YANG STRES OKSIDATIF AKIBAT INDUKSI SENYAWA ORGANIK
(C). xii + 52 halaman;11tabel; 5gambar; 2 grafik;5 lampiran
(D). Kata kunci :Moringa oleifera L., Saccharomyces cerevisiae,stres oksidatif, senyawa organik
(E). Moringa oleiferaL. mengandung antioksidan alami antara lain yaitu asam askorbat, flavonoid, fenolat, karotenoid, α-tokoferol yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sel. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui potensi ekstrak etanol 70% daun kelor dalam perbaikan morfologi dan jumlah sel Saccharomyces cerevisiae yang mengalami stres oksidatif akibat induksi senyawa organik dengan konsentrasi toksik. Uji potensi ekstrak etanol 70%daun kelor terhadap seldilakukan dengan mikroba uji Saccharomyces cerevisiae yang distreskan menggunakan induktor dari senyawa organik yaitu asam asetat dengan konsentrasi 400mM, 200mM, 100mM, asam sitrat dengan konsentrasi 200mM, 100mM, 50mM, dan monosodium glutamat dengan konsentrasi 360mM, 180mM, 90mM. Perhitungan sel menggunakan hemositometer. Hasil perhitungan menunjukkan ekstrak etanol 70% daun kelor memiliki potensi dalam perbaikan sel yang rusak sebagai berikut: asam asetat 400mM(69.70%), asam asetat 200mM(58,43%), asam asetat 100mM (54.60%), asam sitrat 200mM(56,19%), asam sitrat 150mM(48,93%), asam sitrat 50mM(42,77%), monosodium glutamat 360mM(36,92%), monosodium glutamat 180mM(34,86%), monosodium glutamat 90mM (40,66%). Perubahan morfologi sel dilihat dari warna pada sel setelah pewarnaan LCB (Lactophenol Cotton Blue), sel rusak akan berwarna biru karena pecahnya membran sel sehingga pewarna masuk ke dalam sel, sedangkan sel hidup membran selnya tidak pecah sehingga sel menjadi tidak berwarna. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sel Saccharomyces cerevisiae yang stres oksidatif akibat induksi senyawa organik mengalami perbaikan sel setelah penambahan ekstrak etanol 70% daun kelor.
(F). Daftar Rujukan : 25 buah ( 2007-2016 )
(G). Prof. Dr. Ros Sumarny, M.Si., Apt. ;Dra. Umi Marwati, M.Si.
(H). 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous