Title EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI KOLAGEN LARUT ASAM ASETAT DARI SISIK IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)
Edition
Call Number KF 1707/18
ISBN/ISSN
Author(s) ADILAH SORAYA - Personal Name
Diana Serlahwaty - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) ADILAH SORAYA (2013210002)
(B) EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI KOLAGEN LARUT ASAM
ASETAT DARI SISIK IKAN MAS (Cyprinus carpio L.)
(C) xiii + 68 halaman; 3 tabel; 10 gambar; 19 lampiran.
(D) Kata kunci : Sisik ikan, ikan mas (Cyprinus carpio L.), kolagen, larut asam
asetat
(E) Kolagen merupakan komponen struktural utama jaringan ikat putih yang
meliputi hampir 30% total protein pada tubuh. Salah satu sumber kolagen
yang potensial adalah sisik ikan yang merupakan limbah industri perikanan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengekstraksi kolagen dari sisik ikan mas
(Cyprinus carpio L.) menggunakan pelarut asam asetat pada konsentrasi yang
berbeda dan mengetahui karakterisasinya. Pada penelitian ini ekstraksi
kolagen dilakukan dengan menggunakan pelarut asam asetat. Kolagen
diperoleh dengan cara perendaman sisik ikan dalam pelarut asam asetat
dengan variasi konsentrasi 0,5 M; 1,5 M; dan 2,0 M pada suhu 4C,
kemudian dikeringkan dengan freeze drying. Kolagen hasil ekstraksi di
karakterisasi secara Fourier Transform Infra Red (FTIR), Kromatografi Cair
Kinerja Tinggi (KCKT), suhu denaturasi dan kemampuan mengembang.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ekstraksi dengan rendemen tertinggi
(32,45%) adalah menggunakan pelarut asam asetat 0,5 M. Spektrum FTIR
pada kolagen 0,5 M; 1,5 M; dan 2,0 M menghasilkan gugus fungsi yang
menunjukkan kolagen merupakan tipe I. Analisis asam amino paling baik
yang dihasilkan adalah kolagen dengan perlakuan asam asetat 0,5 M dengan
kandungan total asam amino sebesar 94.46%. Suhu denaturasi kolagen
dengan perlakuan asam asetat 0,5 M; 1,5 M; dan 2,0 M berturut-turut sebesar
36C, 38C, dan 42C. Kolagen perlakuan asam asetat 2,0 M memiliki
kemampuan mengembang lebih cepat yaitu pada menit ke-15.
(F) Daftar pustaka: 26 buah (2002–2016)
(G) Dra. Diana Serlahwaty, M.Si., Apt.
(H) 2018
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous