Title AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP ISOLAT BAKTERI MULTIRESISTEN ANTIBIOTIK PENYEBAB MASTITIS SUBKLINIS PADA SAPI PERAH.
Edition
Call Number FM 1863/18
ISBN/ISSN
Author(s) MELINDA ASTIARINI NILAPUTRI - Personal Name
Syarmalina - Personal Name
Herwin Pisestyani - Personal Name
Subject(s) Mikrobiologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2017
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) MELINDA ASTIARINI NILAPUTRI (2013210134).
(B) AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) TERHADAP ISOLAT BAKTERI MULTIRESISTEN ANTIBIOTIK PENYEBAB MASTITIS SUBKLINIS PADA SAPI PERAH.
(C) xvi + 83 halaman; 7 tabel; 4 gambar; 20 lampiran.
(D) Kata kunci: aktivitas, ekstrak daun cengkeh, bakteri multiresisten, mastitis subklinis
(E) Mastitis merupakan peradangan kelenjar mammae pada sapi perah dan sebagian besar bersifat subklinis. Prevalensi mastitis subklinis di Indonesia 85%. Pengobatan mastitis subklinis dengan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi. Pada penelitian ini menggunakan daun cengkeh sebagai antibakteri karena mengandung eugenol dengan konsentrasi lebih tinggi dibandingkan bunga cengkeh. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui aktivitas dan menguji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak etanol daun cengkeh terhadap mikroba uji Staphylococcus aureus dan Escherichia coli hasil isolasi dari sapi perah penderita mastitis subklinis dan multiresisten terhadap antibiotik. Daun cengkeh sebagai sampel uji dicuci, dirajang, dikeringkan, dibuat serbuk, dan diekstraksi dengan etanol 70% sehingga diperoleh ekstrak etanol daun cengkeh. Penapisan fitokimia dilakukan terhadap serbuk dan ekstrak daun cengkeh dan didapat hasil daun cengkeh mengandung flavonoid, saponin, tanin, steroid & triterpenoid, dan minyak atsiri. Pada mikroba uji dilakukan uji resitensi terhadap antibiotik dengan melakukan uji antibiogram dan didapat kedua mikroba uji multiresisten. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar dan didapat hasil dengan rentang konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh 10% - 40% terhadap Staphylococcus aureus memiliki DDH 12,47mm – 15,40 mm dan rentang konsentrasi 20% - 80% terhadap Escherichia coli yaitu 18,17 mm – 23,70 mm. Uji KHM dilakukan dengan metode dilusi cair dan didapat hasil KHM yaitu 10% terhadap Staphylococcus aureus dan 20% terhadap Escherichia coli. Simpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol daun cengkeh (Syzygium aromaticum) memiliki aktivitas antibakteri terhadap isolat bakteri dari sapi perah penderita mastitis subklinis.
(F) Daftar Rujukan: 49 buah (1971-2017)
(G) Dra. Syarmalina, M.Si., Apt. ; Dr. Drh. Herwin Pisestyani, M.Si.
(H) 2017
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous