Title EVALUASI PENERAPAN BOOKLET DAN EDUKASI APOTEKER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MAYAPADA TANGERANG
Edition
Call Number TS 0251/18
ISBN/ISSN
Author(s) RADOTI MERLIN SAGALA - Personal Name
Sesilia Andriani Keban - Personal Name
Wawaimuli Arozal - Personal Name
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Magister Ilmu Kefarmasian-Universitas Pancasila
Publishing Year 2016
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes EVALUASI PENERAPAN BOOKLET DAN EDUKASI APOTEKER PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT MAYAPADA TANGERANG

ABSTRAK
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit degeneratif dengan pengobatan jangka panjang yang memerlukan pengetahuan dan manajemen diri pasien untuk mengendalikan kadar gula darah. Peningkatan pengetahuan dan perilaku manajemen diri pasien harus didukung oleh pelayanan kefarmasian dalam bentuk edukasi.
Tujuan penelitian ini adalah dengan adanya pelayanan Apoteker dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bersifat prospektif dengan metode quasi eksperimental nonequivalent control grup design. Responden yang digunakan berjumlah 90 orang yang dibagi menjadi 3 kelompok intervensi. Sejak bulan November 2015 - Januari 2016 penelitian ini berlangsung yang meliputi kegiatan pemberian Booklet dan edukasi Apoteker. Evaluasi pengetahuan dan perilaku manajemen diri melalui kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi Apoteker, sedangkan kadar gula darah diukur melalui GDP.
Hasil penelitian berdasarkan sosiodemografi pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Mayapada Tangerang berusia 56-65 tahun dengan tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas sebanyak 57.7% dari total populasi. 60% pasien berjenis kelamin wanita dan pekerjaan pegawai/karyawan mencapai 28.8% dari total populasi.
Nilai rata-rata pengetahuan dan perilaku manajemen diri meningkat dari 54.8 menjadi 72.7 dan 61.2 menjadi 86.2 untuk kelompok intervensi 1. Sedangkan intervensi 2 peningkatan pengetahuan dan perilaku manajemen diri dari 34.3 menjadi 48.6 dan 44.9 menjadi 56.8. Kadar gula darah GDP sebelum intervensi ada pada kategori terkendali buruk dan setelah intervensi tidak terjadi perubahan yang bermakna. Tidak terdapat perbedaan bermakna sebelum dan sesudah intervensi Apoteker pada pengetahuan, perilaku manajemen diri dan kadar gula darah pada kelompok intervensi 1 dan intervensi 2 setelah diuji Wilcoxon. Tidak terdapat perbedaan bermakna pada tiap kelompok intervensi pada tingkat pengetahuan, perilaku manajemen diri dan GDP setelah diuji dengan Mann Whitney. Dengan uji Pearson tidak terlihat adanya hubungan antara pengetahuan, perilaku manajemen diri dan kadar gula darah.

Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya edukasi Apoteker yang secara terus menerus berkesinambungan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus tipe 2.

Kata kunci : pengetahuan, perilaku manajemen diri, GDP, edukasi.
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous