Title PENDEKATAN BIOINFORMATIKA PADA FORMULA JAMU PENURUN ASAM URAT DAN UJI PENGHAMBATAN XANTIN OKSIDASE
Edition
Call Number FM 1867/18
ISBN/ISSN
Author(s) FITRI WULANDARI - Personal Name
Syamsudin - Personal Name
Rudi Heryanto - Personal Name
Subject(s) Farmakologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) FITRI WULANDARI
(B) Pendekatan Bioinformatika Pada Formula Jamu Penurun Asam Urat Dan Uji Penghambatan Xantin Oksidase.
(C) X + 118 halaman, 9 tabel, 20 gambar, 12 lampiran.
(D) Kata Kunci : Bioinformatika, Xantin Oksidase, Sidaguri (Sida rombifolia L), Gandarusa (Justicia gendarussa Burm.f), Jahe Merah (Zingiber officinale Rose), Cabai Jawa (Piper retrofractum), Jambu Mede (Anacardium occidentale L).
(E) Daun sidaguri (Sida rombifolia L), daun gandarusa (Justicia gendarussa Burm.f), rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rose), buah cabai jawa (Piper retrofractum), daun jambu mede (Anacardium occidentale L) secara tradisional telah digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit termasuk asam urat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula jamu yang memiliki efek penghambatan xantin oksidase dalam keadaan tunggal maupun kombinasi. Kelima tanaman tersebut diekstraksi dengan metode infus menggunakan air panas selama 5-10 menit, metode Bioinformatika digunakan untuk mendapatkan formula kombinasi dari daun gandarusa, rimpang jahe merah, buah cabai jawa, dan daun jambu mede dikombinasi dalam satu formula bentuk sediaan infus. Uji penghambatan xantin oksidase dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 290 nm, setelah itu hasil serapan dari formula 1 (1,25:1,25:1,25:6,25), formula 2 (6,25:1,25:1,25:1,25), formula 3 (1,25:6,25:1,25:1,25), formula 4 (1,25:1,25:6,25:1,25) dan formula 5 (3,33:0,00:3,33:3,33) yang diperoleh dibandingkan dengan serapan ekstrak tunggal Sidaguri (Sida rombifolia L) dan kontrol positif allopurinol. Nilai IC50 pada formula 1, 2, 3, 4 dan 5 adalah : 6,4510 μg/ml ; 7,8265 μg/ml ; 7,3533 μg/ml ; 12,5123 μg/ml ; 10,1124 μg/ml, ekstrak tunggal sidaguri : 6,0928 μg/ml, dan allopurinol sebesar 1,7786μg/ml. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa formula terbaik yang mempunyai efek penghambatan xantin oksidase adalah formula 1, sedangkan ekstrak tunggal daun sidaguri memiliki aktivitas penghambatan xantin oksidase yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi keempat tanaman tersebut.
(F) Daftar Rujukan : 36 buku (1987-2017)
(G) Prof. Dr. Syamsudin, M.Biomed., Apt. ; Rudi Heryanto, S.Si., M.Si.
(H) 2018
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous