Title AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN KADAR SENYAWA METABOLIT PRODUK FERMENTASI TEH DAUN Moringa oleifera L. OLEH Lactobacillus plantarum ATCC 8014
Edition
Call Number FM 1926/18
ISBN/ISSN
Author(s) SEPTI ANGGI LESTARI - Personal Name
Umi Marwati - Personal Name
Subject(s) Mikrobiologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) SEPTI ANGGI LESTARI
(B) AKTIVITAS ANTIMIKROBA DAN KADAR SENYAWA METABOLIT PRODUK FERMENTASI TEH DAUN Moringa oleifera L. OLEH Lactobacillus plantarum ATCC 8014
(C) xv + 58 halaman; 5 tabel; 10 gambar; 31 lampiran
(D) Kata kunci: Moringa oleifera L., Fermentasi, Fermentasi teh daun Moringa oleifera L., antimikroba.
(E) Daun Moringa oleifera L. mengandung senyawa metabolit yang memiliki aktivitas antimikroba yang dapat ditingkatkan melalui proses fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum ATCC 8014. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola pertumbuhan sel L. plantarum ATCC 8014, dinamika kadar senyawa metabolit, dan aktivitas antimikroba terhadap mikroba uji Candida albicans ATCC 10231, Escherichia coli ATCC 25922, Pseudomonas aeruginosa ATCC 9027, Staphylococcus aureus ATCC 6538, Salmonella typhimurium ATCC 14028, Klebsiella pneumonia ATCC 10031 dan Bacillus subtilis ATCC 6633 berdasar nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Fermentasi dilakukan terhadap teh daun Moringa oleifera L. 1% selama 26 jam dan diamati setiap 2 jam. Pengujian pertumbuhan sel dan kadar metabolit menggunakan metode spektrofotometri, KHM dengan dilusi cair. L. plantarum ATCC 8014 mempunyai fase eksponensial hingga jam ke-18, serta fase kematian jam ke-20 sampai 26. Kadar asam total meningkat 46.98%, kadar glukosa menurun 41.25%, kadar protein dan kadar fenol total meningkat pada fase eksponensial 34.82% dan 41.90% dan menurun pada fase kematian 18.10% dan 30.86%. Nilai KHM C. albicans dan S. aureus di jam ke-2 dari 12.5% menjadi 6.25% dan jam ke-18 menjadi 1.56% dan 3.125%, E. coli di jam ke-6 dari 1.56% menjadi 0.78%, S. typhimurium di jam ke-2 dari 6.25% menjadi 3.125% dan di jam ke- 12 dan 18 menjadi 1.56% dan 0.78%, P. aeruginosa di jam ke-18 dari tidak memiliki aktivitas menjadi 12.5%. Tidak terdapat aktivitas terhadap K. pneumoniae dan B. subtilis. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas antimikroba produk fermentasi meningkat dan terjadi dinamika perubahan kadar senyawa metabolit dibandingkan teh kontrol (non-fermentasi).
(F) Daftar Rujukan: 52 buah (1989-2017)
(G) Dra. Umi Marwati, M.Si.
(H) 2018
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous