Title ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN KOMPARATIF BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT SENTRA MEDIKA CIBINONG
Edition
Call Number TS 0309/18
ISBN/ISSN
Author(s) ROSIANA - Personal Name
Yusi Anggriani - Personal Name
Prih Sarnianto - Personal Name
Subject(s) BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIK
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Magister Ilmu Kefarmasian-Universitas Pancasila
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN KOMPARATIF BIAYA PENGOBATAN PENYAKIT GINJAL KRONIKPADA PASIEN HEMODIALISIS
DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN BOGOR

ABSTRAK

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit kronis dengan insidensi, prevalensi, morbiditas yang tinggi. Secara global PGK memiliki prevalensi yang tinggi yaitu 11-13%. PGK merupakan penyakit tidak menular (PTM) yaitu penyakit kronis yang tidak ditularkan dari orang ke orang. Penanganan PGK difokuskan pada dengan hemodialisis (HD), yang dilakukan terus menerus dan membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga menyebabkan beban ekonomi tinggi terhadap sistem kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh pada penyakit ginjal kronis dan menganalisa biaya medis langsung terhadap tindakan hemodialisis pada pasien rawat jalan,dengan tarif INA-CBGs, serta menghitung biaya rawat inap dalam periode 1 tahun terakhir. Rancangan penelitian yang case control study,jumlah sampel masing-masing 101 pada kontrol dan kasus. Hasil penelitian adalah faktor yang berpengaruh dengan PGK dari hasil analisis uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa 10 variabel yaituriwayat masalah ginjal, hipertensi, diabetes, penyakit bawaan, konsumsi daging olahan, konsumsi minuman tinggi mineral dan gula, konsumsi obat, konsumsi jamu, konsumsi air dalam sehari, merokok, dan pendapatanmeningkatkan risiko PGK dengan kisaran adjusted OR 3,4 hingga 30,2.dengan74,4% berkontribusi sebagai faktor risiko terhadap kejadian PGK di RS X dan 25,6% lain disebabkan oleh variabel lain. Riwayat penyakit bawaan, anemia, makanan tinggi garam dan lemak, konsumsi herbal, konsumsi kopi/teh/coklat, merokok, status perkawianan dan pekerjaan tidak berhubungan secara bermakna dengan PGK. Hasil analisa biaya adalah biaya versi RS dan biaya ideal untuk penanganan HD lebih besar dibandingkan tarif INA-Cbgs, artinya tarif INA-Cbgs yang ada sekarang masih kurang, jika dihitung dari real unit cost maka tarif INA-Cbgs sedikit lebih besar 5,1%, tetapi perbedaan 5% tidak dapat mengcover biaya penyusutan alat dan fix cost lainnya. Faktor risiko sangat berpengaruh terhadap dampak biaya rawat inap yang menjadi beban sehingga harus dikendalikan .


Kata kunci : faktor risiko, penyakit ginjal kronik, hemodialisis, biaya pengobatan

Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous