Title UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL 70% DAN NANOPARTIKEL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) SECARA IN VIVO
Edition
Call Number BF 1941/19
ISBN/ISSN
Author(s) Felix Hakim - Personal Name
Ratna Djamil - Personal Name
Deni Rahmat - Personal Name
Subject(s) Biologi Farmasi
Buah Okra
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) FELIX HAKIM
(B) UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK ETANOL 70% DAN NANOPARTIKEL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) SECARA IN VIVO
(C) Xiii + 81 halaman; 9 tabel; 5 gambar; 14 lampiran
(D) Kata Kunci : Antidiabetes, Buah Okra (Abelmoschusesculentus (L.) Moench), Aloksan, Nanopartikel
(E) Buah Okra (Abelmoschus esculentus (L.) Moench) merupakan salah satu jenis tumbuhan yang telah diketahui sebagai antidiabetes. Hal ini disebabkan karena kandungannya yaitu flavonoid. Ekstrak buah okra dalam penelitian ini akan dibuat ke dalam bentuk nanoemulsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dari ekstrak kental etanol 70% dan nanoemulsi ekstrak buah okra. Ekstraksi buah okra dilakukan secara maserasi kinetik dengan etanol 70% dan dipekatkan sehingga didapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental diformulasikan menjadi nanoemulsi dengan basis capmul (glyceryl caprylat), propilenglikol, gliserin. Ekstrak kental dan nanoemulsi kemudian diuji aktivitas antidiabetes dengan metode induksi aloksan pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 7 kelompok. Ketujuh kelompok tersebut adalah kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (Glibenklamid), empat kelompok uji (Ekstrak kental buah okra dengan dosis 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB dan nanoemulsi buah okra dengan dosis 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB). Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, triterpenoid, kumarin. Berdasarkan hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa nanoemulsi buah okra dosis 400 mg/kg BB memiliki aktivitas antidiabetes yang lebih baik dengan rata-rata penurunan kadar glukosa darah sebesar 93,4 mg/dL dari mencit yang mengalami hiperglikemik. Penurunan kadar glukosa darah nanoemulsi ekstrak buah okra dosis 400 mg/kg BB berbeda bermakna dibandingkan glibenklamid yang digunakan sebagai obat antidiabetes dari golongan sulfonilurea. Nanoemulsi yang digunakan juga memenuhi syarat mutu nanopartikel dengan ukuran rata-rata 134,7 nm dan indeks polidispersitas 0,512 serta nilai zeta potensial sebesar -26,72 mV.
(F) Daftar Pustaka : 39 buah (1988-2015)
(G) Dr. Ratna Djamil, M.Si., Apt.; Dr. rer. nat. Deni Rahmat, M.Si., Apt.
(H) 2018
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous