Title AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL KLT-DENSITOMETRI EKSTRAK ETANOL BUNGA BROKOLI (Brassica oleracea L.) NONORGANIK, ORGANIK DAN BEKU
Edition
Call Number KF 1773/19
ISBN/ISSN
Author(s) Lulu Kintan Umari - Personal Name
Prih Sarnianto - Personal Name
Subject(s) Kimia Farmasi
Bunga Brokoli
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Farmasi Universitas Pancasila
Publishing Year 2018
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A) LULU KINTAN UMARI (2011210137)
(B) AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PROFIL KLT-DENSITOMETRI
EKSTRAK ETANOL BUNGA BROKOLI (Brassica oleracea L.) NONORGANIK,
ORGANIK DAN BEKU
(C) xiv + 81 halaman; 10 tabel; 13 gambar; 16 lampiran
(D) Kata kunci: brokoli (Brassica oleracea L.), ekstrak etanol, DPPH (1,1-difenil-
2-pikrilhidrazil), antioksidan, KLT-densitometri.
(E) Brokoli (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu sayuran yang digemari.
Termasuk dalam suku Brassicaceae, brokoli mengandung sejumlah senyawa
yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan, termasuk sulforafan (glikosida),
flavonoid, vitamin A, vitamin C, vitamin E, betakaroten, dan glutation. Produk
brokoli yang tersedia di pasaran sangat beragam, mulai dari brokoli nonorganik
sampai brokoli organik dan brokoli beku. Pada penelitian ini, brokoli
diekstrak dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental yang
dihasilkan dari ketiga macam brokoli, baik yang sebelum maupun setelah
penyimpanan selama seminggu, diuji aktivitas antioksidannya dengan metode
peredaman radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan diperiksa
profil KLT-densitometrinya. Hasil uji aktivitas antioksidan secara
spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 515,5 nm dengan vitamin C
sebagai kontrol positif menunjukkan bahwa, dalam sampel yang belum
mengalami penyimpanan, brokoli organik memberikan aktivitas tertinggi (IC50
104,02 g/mL), diikuti oleh brokoli non-organik (115,62 g/mL) dan brokoli
beku (121,57 g/mL). Penyimpanan selama seminggu menurunkan aktivitas
antioksidan brokoli, terutama yang non-organik, sehingga setelah penyimpanan
aktivitas antioksidan tertinggi ditunjukkan oleh brokoli organik (IC50 120,66
g/mL), diikuti brokoli beku (140,88 g/mL) dan brokoli non-organik (181,84
g/mL). Hasil pengujian dengan KLT-densitometri menunjukkan bahwa
brokoli dengan aktivitas antioksidan tinggi cenderung memiliki kromatogram
dengan luas puncak yang besar pada Rf sekitar 0,43 hingga 0,47, walau pola
kromatogram sebelum dan sesudah penyimpanan agak berbeda antara brokoli
non-organik, organik, dan beku.
(F) Daftar pustaka: 25 (1985-2015)
(G) Dr. Prih Sarnianto, M.Sc., Apt.
(H) 2017
xiv
ABSTRACT
(A)
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous