Title PENGARUH INOKULUM Rhizopus oligosporus DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Aspergillus flavus DAN AFLATOKSIN B1 PADA JAGUNG PIPIL
Edition
Call Number FM 1958/19
ISBN/ISSN
Author(s) MASRIANTI - Personal Name
Eni Kusumaningtyas - Personal Name
Dian Ratih Laksmitawati - Personal Name
Subject(s) Farmakologi
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher FFUP
Publishing Year 2019
Publishing Place Jakarta
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
(A). MASRIANTI (2012210164)
(B). PENGARUH INOKULUM Rhizopus oligosporus DALAM MENGHAMBAT
PERTUMBUHAN Aspergillus flavus DAN AFLATOKSIN B1 PADA
JAGUNG PIPIL
(C). xiii + 67 halaman; 5 tabel; 13 gambar; 15 lampiran
(D). Kata kunci: Aflatoksin B1; Inokulum Rhizopus oligosporus; ELISA
(E). Aflatoksin B1 adalah senyawa toksik yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus
flavus. Kapang ini umum mengkontaminasi pakan dan bahan pangan berbasis
media seperti jagung, kacang tanah. Salah satu yang dapat digunakan dalam
menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus dan aflatoksin B1 yaitu Rhizopus
oligosporus. Rhizopus oligosporus menghasilkan enzim peroksidase yang
mengubah aflatoksin menjadi senyawa non-toksik. Penelitian ini dilakukan
dengan membuat inokulum Rhizopus oligosporus dengan konsentrasi 1,33
x106 spora/mL sebanyak 240 mL aquadest kedalam 500 g tepung kedelai,
kemudian diinkubasi pada suhu 28°C selama 3 hari, dikeringkan dan
diserbukkan. Media uji digunakan jagung pipil 1 kg yang dikontaminasi
dengan Aspergillus flavus 106 spora/ml sebanyak 40 mL, campuran Aspergillus
flavus tersebut diinkubasi pada suhu 28°C selama 3 hari. Selanjutnya
kemampuan inokulum Rhizopus oligosporus dalam menghambat pertumbuhan
Aspergillus flavus diuji dengan mencampurkan inokulum Rhizopus
oligosporus dalam jagung pipil yang terkontaminasi Aspergillus flavus.
Campuran tersebut diinkubasi pada suhu 28°C selama 3 hari. Pertumbuhan
Aspergillus flavus dihitung secara mikrobiologi dengan metode cawan agar
tuang dan dihitung menggunakan colony counter. Kadar aflatoksin B1 diukur
dengan metode ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay). Hasil
penelitian menunjukkan sebanyak 100 g/kg inokulum Rhizopus oligosporus
terbukti dapat menghambat pertumbuhan Aspergillus flavus sebesar 100%
selama 4 hari serta menurunkan kadar aflatoksin B1 sebesar 85,94%.
Sedangkan pada konsentrasi 5 g/kg inokulum Rhizopus oligosporus dapat
menurunkan aflatoksin B1 sebesar 57,58%. Dapat disimpulkan bahwa
inokulum Rhizopus oligosporus mampu menghambat pertumbuhan
Aspergillus flavus dan aflatoksin B1 dan dapat digunakan sebagai agen biologi
dalam mencegah pertumbuhan Aspergillus flavus dan aflatoksin B1.
(F). Daftar Rujukan: 31 buah (2006-2017)
(G). Dr. Dian Ratih L., M.Biomed, Apt; Dr. Eni Kusumaningtyas, S. Si, M.Sc
(H). 2019
Specific Detail Info
Image
File Attachment
LOADING LIST...
Availability
LOADING LIST...
  Back To Previous